Minggu, 03 Agustus 2014

Pasangan saya baru aborsi, apa yang harus saya lakukan?

Aborsi merupakan salah satu intervensi kesehatan yang aman bagi kesehatan perempuan. Namun, karena kurangnya informasi yang relevan dan dukungan dari petugas medis, seringkali perempuan dan pasangan menjadi panik setelah aborsi. Biasanya kepanikan ini berhubungan dengan kekhawatiran adanya komplikasi, infeksi atau resiko kesehatan jangka panjang.

Setelah aborsi, pasangan anda masuk masa follow up atau observasi. Dalam masa observasi ini, dokter atau konselor akan mengidentifikasi tanda-tanda klinis dan non-klinis. Namun, tanpa bantuan dokter atau konselor, anda dan pasangan dapat secara mandiri mengidentifikasi tanda-tanda tersebut.


Berikut beberapa informasi yang perlu anda ketahui pasca aborsi :

Bagaimana mengetahui terjadinya infeksi?
Tanda-tanda infeksi biasanya; Demam yang berlangsung lebih dari 24 jam atau lebih tinggi dari 100,4 F / 38 C, Nyeri atau perih pada bagian perut, perdarahan dalam waktu yang lama (lebih dari 3 minggu), dan keputihan berbau menyengat.Jika tanda-tanda tersebut muncul, segera periksakan ke dokter. Infeksi harus diobati dengan antibiotik seperti doxycyline.

Bagaimana cara mencegah terjadinya infeksi?
Infeksi di saluran rahim dan tuba adalah komplikasi yang paling umum setelah aborsi. Untuk mencegah terjadinya infeksi, hindari hal-hal berikut :

  • Hindari berhubungan seks minimal 5 hari pertama.
  • Hindari memasukkan apa pun ke dalam vagina selama dua minggu, termasuk tampon dan douche.
  • Hindari menggunakan parfum, gelembung atau minyak dalam air mandi.
Merasa sedih, bingung dan kehilangan setelah aborsi. Ada apa dengan saya?
Sangat wajar jika anda merasakan perubahan emosi setelah melakukan aborsi. Perempuan biasanya menjadi ragu dengan keputusan yang dibuatnya dan merasa bersalah atas keputusan tersebut. Hal ini selain berhubungan dengan sistem nilai dan budaya, juga berkaitan dengan hormon di dalam tubuh. Hormon di dalam tubuh mengalami perubahan drastis dengan adanya intervensi aborsi, perubahan hormon inilah yang biasanya mempengaruhi emosi perempuan. Berkurangnya tanda-tanda kehamilan berkaitan dengan hormon yang kembali seimbang, biasanya kondisi emosional juga semakin membaik.

Jika sahabat/pasangan anda mengalami hal ini, jangan menghakimi situasinya. Biarkan ia mengeluarkan perasaannya dan berbagi emosi dengan anda. Jika anda bingung harus merespon, diam adalah hal terbaik yang bisa anda lakukan, sembari mendorongnya untuk melakukan konsultasi dengan konselor.
Kenapa tes kehamilan masih positif setelah menggunakan misoprostol. Apa yang harus saya lakukan?
Tunggu selama 3 minggu setelah aborsi untuk melakukan tes kehamilan. Kadang tes kehamilan masih akan menunjukkan hasil positif 3-4 minggu setelah aborsi karena hormon kehamilan masih ada di dalam darah. USG dapat memastikan apakah anda masih hamil atau tidak.

Kapankah saya bisa mulai berhubungan seks lagi setelah melakukan aborsi?
Sebaiknya anda menunggu paling tidak 5 hari setelah tindakan untuk kembali berhubungan seks. Setelah aborsi, mulut rahim akan sedikit terbuka, dan ini menimbulkan resiko infeksi yang lebih besar bila berhubungan seks tanpa kondom. Disarankan untuk tidak menggunakan tampon atau memasukan benda apapun dalam vagina selama 5 hari.

Diet atau makanan apa saja yang bisa dikonsumsi?
Pada dasarnya anda bisa memakan makanan apa saja, tubuh setiap perempuan berbeda sehingga kebutuhannya juga berbeda.Pastikan anda mendengarkan tubuh anda. Jika setelah mengkonsumsi menu tertentu anda merasa tubuh anda bereaksi negatif, maka segera ganti menu anda.

  • Meningkatkan asupan protein dalam makanan. Pasokan vitamin dan garam-garam anorganik harus dimasukkan untuk mendapatkan suplemen zat besi dalam tubuh. Ini membantu untuk mencegah anemia dan memiliki pasokan gizi.
  • Ikan, ayam empuk, telur, hati hewan, daging, kedelai, susu, kurma, biji teratai, buah-buahan dan sayuran segar menambah nutrisi untuk diet.
  • Keringat berlebihan merupakan masalah kesehatan umum setelah aborsi. Minum 8-12 gelas air setiap hari. Hal ini untuk mencegah dehidrasi dan konstipasi.