Sabtu, 02 Agustus 2014

Tanda Aborsi Tidak Komplit Atau Terjadi Komplikasi

Langkah pertama untuk memberikan bantuan kepada perempuan yang diduga mengalami aborsi yang tidak aman atau tidak komplit adalah dengan melakukan pengamatan atau penilaian klinis. Beberapa tanda – tanda komplikasi seperti, shock, pendarahan vagina yang parah, infeksi / sepsis atau luka di dalam abdominal atau rahim.
Permasalahan – permasalahan ini harus segera ditangani tanpa ditunda untuk menyelamatkan pasien atau mencegah pasien dari keadaan yang lebih memburuk. Meskipun tanpa komplikasi, aborsi tidak komplit dapat mengancam hidup jika perawatan atau pengeluaran sisa – sisa hasil konsepsi ditunda, oleh karena itu sangat penting untuk membuat assessment yang sangat akurat diikuti dengan perawatan atau tindakan, atau jika ada indikasi memburuk klien dapat ditransfer ke fasilitas kesehatan yang lebih baik.
  • Tanda terjadinya aborsi tidak komplit adalah jika terjadinya missed period atau tertundanya pendarahan menstruasi, biasanya lebih dari satu bulan sejak menstruasi terakhirnya disertai dengan pendarahan vagina, kram atau keluarnya jaringan – jaringan plasenta. 
  • Shock, tanda – tandanya : Detak jantung terlalu cepat atau lemah, Tekanan darah rendah (diastolic kurang dari 60), pucat (biasanya didaerah dalam kelopak mata, lidah, telapak tangan atau sekitar mulut), berkeringat, pusing atau pingsan dan pernafasan yang sangat cepat. 
  • Pendarahan vagina yang parah, tanda – tandanya : Pendarahan dari vagina banyak, berwarna merah terang dengan atau tanpa gumpalan, pendarahan menembus lebih dari tiga jam atau dua jam secara berturut – turut, pucat (biasanya didaerah dalam kelopak mata, lidah, telapak tangan atau sekitar mulut), berkeringat, pusing atau pingsan. Jika menemukan tanda–tanda tersebut. harus segera ditangani dan diberi pertolongan untuk mengganti cairan yang keluar dan mengontrol darah yang keluar. 
  • Infeksi atau sepsis, tanda tandanya : demam (temperatur lebih dari 38’C), kedinginan atau berkeringat, keputihan yang berbau busuk, bagian abdominal terasa lembut atau lunak, mucus dari servical Os, Adanya pergerakan serviks yang pelan atau lunak pada pemeriksan manual. Gejalanya yaitu adanya sejarah keguguran atau aborsi tidak aman sebelumnya, sering mengalami sakit pada perut bagian bawah, pendarahan yang panjang lebih dari 8 hari, kesehatan secara umum terganggu misalkan sering mengalami flu. 
  • Luka diperut bagian dalam atau rahim tanda–tandanya : perut bengkak, bagian abdomen jika ditekan terasa kaku atau keras. Gejala – gejalanya; mual muntah, sakit dibagian pundak, demam, temperatur diatas 38’c, kram dan sakit dibagian perut.